Pengalamanku dengan JAFRA

Hmm, ini adalah sebuah kisahku, pengalamanku dengan JAFRA Indonesia untuk pertama kalinya aku memakai produknya.

Beberapa bulan lalu, sekitar bulan Juni aku memulai bisnis online dengan branding JAFRA.

 

Apa sih JAFRA itu?

Pertama aku melihat di salah satu akun FB kawanku, berulangkali dia promosi – promosi dan tetap promosi produk JAFRA Indonesia.

Kadang dia promo masker wajah, serum JAFRA untuk wajah, serta paket perawatan wajah JAFRA lainnya.

Sebulan, dua bulan hingga tahunan aku kebal terhadap iming-imingnya.

Memasuki tahun kesekian kalinya, aku tanya deh ke dia…intinya ;

aku : apa sih itu ?

dia : Produk JAFRA !.

aku : Saya melihat produk kecantikan ya.

dia : benar.

aku : hmm.

dia : bagus kok produknya, cocok untuk kulit wanita Indonesia.

aku : (sepertinya dia mau mempromosikan produknya..hehe).

aku : berapaan ?

dia : sekian !

aku : ?!?!?!?!. Mahal amiiirrr. Untuk kelas atas itu.

dia : Ngak juga. Awet kok penggunaannya.

aku : ya tapi buktinya muahal..

dia : kalkulasi, penggunaannya awet.

aku : Apa cocok ya ?, aku biasa pakai produk lain.

dia : cocok, bahkan bisa melengkapi dan menyempurnakan.

aku : masa sich?

dia : Pernah lihat postinganku, kandungan pad produk JAFRA itu halal dan pasti aman

aku : maksudnya versi MUI…

dia : Ada BPOM, produk Jafra mengandung alkohol yang didenatur, tidak mengandung anjing dan babi, tidak mengandung darah dan plasenta, dan tidak mengandung unsur akibat penyembelihan hewan tertentu. Merupakan salah satu produk kosmetik Halal “MUI”

aku : Oh begitu, lalu kok ada alkohol ya dan apa denatur itu ?

dia : Cairan alkohol untuk digunakan dalam kosmetik sering berisi air dan zat rasa pahit, tetapi bahan kimia lainnya kadang-kadang digunakan. Aditif umum lainnya termasuk  isopropanol, metil etil keton, metil isobutil keton, piridin, benzena, dietil ftalat, dan nafta

aku : Mau Coba Deh

dia : okay say…

Sepertinya harus disambung deh, besok aku tulis lagi sambungannya…Pengalamanku dengan JAFRA